Reliabilitas

Monday, 2 – 3  2017

2. Cara – cara Mencari besarnya Reliabilitas
Sekali lagi reliabilitas adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subjek yang sama. Untuk mengetahui ketetapan ini pada dasarnya dilihat kesesejaran hasil. seperti halnya beberapa teknik juga menggunakan rumus korelasi product moment untuk mengetahui validitas, kesejajaran hasil dalam reliabilitas tes
Kriterium yang digunakkan untuk mengetahui ketetapan yang berada di luar tes (conc=sistency eternal) dan pada tes itu sendiri (Consistency Eternal)

a. Metode Bentuk Paralel (Equivalent)
Tes paralel atau tes equivalent adalah dua buah tes ang mempunyai persamaan tujuan, tingkat kesukaran, dan susunan, tetapi butir butir nya berbeda. Dalam istilah bahasa inggris disebut alternate orms method (parallel forms)
Dengan metode bentuk paralel ini, dua buah tes yang paralel, misalnya tes matematika Seri A yang akan dicari reliabilitasnya dan tes seri B diteskan kepada sekelompok siswa yang sama, kemudian hasilnya dikorelasikan. Koefisien korelasi dari kedua hasil tes inilah yang menunjukkan koefisien reliabilitas tes seri . Jika Koefisiennya tinggi maka tes tersebut sudah reliabel dan dapat digunakan sebagai alat pengetes yang terandalkan
Dalam menggunakan metode tes paralel ini pengetes harus menyiapkan dua buah tes, dan masing masing dicobakan pada kelompok siswa yang sama. Oleh karena itu, ada orang yang menyebutkan sebagai double test-double-trial method. Penggunaan metode ini baik karena siswa dihadapkan kepada dua macam tes sehingga tidak ada faktor “masih ingat soalnya” yang dalam evaluasi disebut adanya practice-effect dan carryover eect, artinya ada faktor yang dibawa oleh pengikut tes karena sudah mengerjakan soal tersebut
Kelemahan dari metode ini adalah bahwa pengetes pekerjaannya berat karena harus menyusun dua seri tes. Lagi pula harus tersedia waktu yang lama untuk mencobakan dua kali tes.

b. Metode Tes Ulang (Test – retest Method)
Metode tes ulang dilakukan orang untuk menghindari penyusunan dua seri tes. Dalam menggunakan teknik atau metode ini pengetes hanya memiliki satu seri tes, tetapi dicobakan dua kali. Oleh karena tesnya hanya satu dan dicobakan dua kali, maka metode ini dapat disebut dengan single-test-double-trial method. Kemudian hasil dari kedua kali tes tersebut terhitung korelasinya
Untuk tes yang banyak mengungkap pengetahuan (ingatan) dan pemahaman, cara ini kurang mengena karena tercoba akan masih ingat akan butir – butir soalnya. Oleh karena itu, tenggang waktu antara pemberian tes pertama dengan kedua menjadi permasalahan tersendiri. Jika tenggang waktu terlalu sempit, siswa masih banyak ingat materi. Sebaliknya kalau tenggang waktu terlalu lama, maka faktor – faktoratau kondisi tes sudah akan berbeda, dan siswa sendiri barangkali sudah mempelajari sesuatu. Tentu saja aktor – faktor ini akan berpengaruh pula terhadap reliabilitas.

Pada umumnya hasil tes yang kedua cenderung lebih baik dari pada hasil tes pertama. Hal ini tidak mengapa karena pengetes harus sadar akan adanya practice effect dan carry overnight. yang penting adalah adanya kesejajaran hasil atau ketetapan hasil yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi yang tinggi.

Walaupun tampak skornya naik, akan tetapi kenaikannya dialami oleh semua siswa.
Metode ini juga disebut korelasi diri sendiri (Self-Correlation method) Karena mengkorelasikan hasil dari tes yang sama

Sumber

Arikunto.Suharsimi. 2013. Dasar – dasar evaluasi pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Scattered Thoughts

Welcome to my world..a tapestry of thoughts and forms conceived in my mind

pendekar bahasa

selamat datang penikmat sastra

WWD

Women's Wear Daily brings you breaking news about the fashion industry, designers, celebrity trend setters, and extensive coverage of fashion week.

The Baseline Scenario

What happened to the global economy and what we can do about it

Tuaffi's Weblog

Sebuah Prasasti

%d bloggers like this: