Tugas Kelompok Filsafat Pendidikan

LKM 1

 

 

BAB 1

 

 

PENGERTIAN FILSAFAT

 

 

  1. Definisi filsafat (Etimologis):

Secara Etimologis, istilah filsafat berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani kuno, yaitu philein atau philos yang berarti cinta atau sahabat, dan sophia atau sophos yang berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, berdasarkan asal-usulnya, philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan, atau sahabat kebijaksanaan.

  1. Definisi filsafat (sebagai proses berfikir):

Usaha manusia dalam mencari kebenaran dan kearifan supaya menemukan kebahagiaan melalui pemikiran dan renungan yang mendalam, meluas, dan menyeluruh.

  1. Lima karakteristik objek formal filsafat:

–        Spekulatif: permasalahan para filsafati yang diajukan filsuf mengundang pertanyaan-pertanyaan yang melampaui segala apa yang tampak atau mengenai hakikat segala sesuatu.

–        Universal-abadi: apa yang dipermasalahkan oleh para filsuf sejak jaman dahulu selalu dipermasalahkan oleh para filsuf dewasa ini, dan bahkan oleh para filsuf dimasa yang akan datang.

–        Terbuka: pertanyaan filsafati yang diajukan oleh filsuf selalu memunculkan pertanyaan-pertanyaan berikutnya yang saling berkaitan.

  1. Proses berfikir filsafat berarti berfikir kontemplatif atau berpikir radikal, artinya:

      Yaitu berpikir sampai kepada akar dari sesuatu yang dipertanyakan hingga terungkap  hakikat dari apa yang dipertanyakan tersebut.

  1. Sistem gagasan sebagai hasil berfilsafat adalah bersifat normatif, artinya:

Sistem teori/sistem gagasan filsafat selalu menunjukkan atau menjelaskan tentang apa yang dicita-citakan atau yang seharusnya.

  1. Karakteristik kebenaran filsafat adalah:

Bersifat subjektif-paralelistik, maksudnya, bahwa suatu sistem teori atau sistem pikiran filsafat adalah benar bagi filsuf yang bersangkutan atau bagi para penganutnya masing-masing.

  1. Perbandingan pendekatan berfikir filsafat dan pendekatan berfikir ilmiah:

Pendekatan berfikir filsafat bersifat sinoptik dan sintetik, sedangkan pendekatan berfikir ilmu (sains) bersifat analitik.

  1. Kesamaan antara filsafat dan seni sebagai hasil karya manusia:

Persamaannya adalah dalam cara berpikirnya yang kritis.

  1. Perbandingan sifat kebenaran filsafat dan sifat kebenaran agama:

      Filsafat

–        Dimulai dengan ketakjuban, keraguan, atau ketidakpuasan hasrat bertanya.

–        Merupakan hasil berpikir reflektif sistematis dan kritis kontemplatif.

–        Berisi tentang sistem pikiran mengenai hakikat realitas (metafisika), hakikat pengetahuan (epistemologi), hakikat nilai (aksiologi), dan hakikat dari hasil kreasi manusia seperti politik, pendidikan, dsb.

–        Bersifat normatif atau preskriptif

–        Bersifat subjektif paralelistik

Agama:

–        Dimulai dengan keimanan/percaya.

–        Didapat melalui wahyu yang disampaikan Tuhan melalui Rasul-Nya.

–        Berisi tentang sistem tata keimanan atau tata keyakinan mengenai adanya Yang Mutlak diluar manusia, sistem ritus (tata peribadatan) manusia kepada Yang Mutlak, dan sistem norma (tata kaidah) yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, serta hubungan manusia dengan makhluk yang lainnya.

  1. Metafisika adalah:

Cabang filsafat yang mempelajari atau membahas hakikat realitas (segala sesuatu yang ada) secara menyeluruh.

  1. Antropologi adalah:

Cabang filsafat (bagian metafisika khusus) yang mempelajari atau membahas tentang hakikat manusia.

  1. Epistemologi adalah:

Cabang filsafat yang mempelajari atau membahas tentang hakikat pengetahuan.

  1. Aksiologi adalah:

      Cabang filsafat yang mempelajari atau membahas tentang hakikat nilai.

  1. Peranan filsafat adalah:

–        Pendobrak tradisi dan kebiasaan.

–        Pembebasan dari kebodohan

–        Pembimbing untuk berpikir rasional

  1. Manfaat filsafat bagi kehidupan praktis:

–        Filsafat memberikan konsep-konsep dasar dan menunjukkan arah tujuan.

–        Filsafat membawa kita kepada pemahaman dan tindakan praktis.

–        Filsafat mengembangkan sikap kritis dan kemandirian intelektual.

–        Filsafat mengembangkan sikap toleransi.

BAB II

 

 

LKM 2

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN

 

 

  1. Sebab filsafat pendidikan pada dasarnya merupakan aplikasi dari filsafat umum dalam rangka memecahkan berbagai permasalahan tentang hakikat pendidikan.
  2. Adalah sekelompok teori/sistem pikiran tentang hakikat pendidikan, yang dihasilkan melalui berpikir reflektif sistematis dan kritis kontemplatif.
  3. nm
  4. – Tujuan filsafat pendidikan bersifat inspirational: untuk mengekspresikan tentang pendidikan yang ideal atau pendidikan yang dicita-citakan.

–   Tujuan filsafat pendidikan yang bersifat Analytical: untuk menemukan dan

menginterpretasi makna perkataan atau tulisan mengenai konsep pendidikan dan praktek pendidikan.

–   Tujuan filsafat pendidikan yang bersifat Prescriptive: untuk memberikan

kejelasan dan arah yang tepat bagi praktek pendidikan dengan suatu komitmen untuk mengimplementasikannya.

–   Tujuan filsafat pendidikan yang bersifat Investigation dan Inquiry: untuk

menyelidiki kebijakan-kebijakan dan praktek-praktek pendidikan untuk menjastifikasi atau merekonstruksikannya.

  1. Berpikir dengan pola yang bersifat merangkum keseluruhan tentang apa yang sedang dipikirkan atau dipertanyakan.
  2. Sistem teori atau sistem pikiran filsafat pendidikan yang dikemukakan oleh filsuf tertentu akan berbeda dengan sistem gagasan filsafat pendidikan yang dikemukakan filsuf lainnya.
  3. Untuk mengekspresikan tentang pendidikan yang ideal atau pendidikan yang dicita-citakan.
  4. Dimulai dengan ketakjuban atau ketidakpuasan atau keraguan, dan hasrat bertanya yang  muncul pada diri seorang filsuf terhadap suatu objek yang dialaminya tentang pendidikan.
  5. Untuk memberikan kejelasan dan arah yang tepat bagi praktek pendidikan dengan suatu komitmen untuk mengimplementasikannya.
  6. Fungsi:
  1. Memberikan wawasan yang bersifat komprehensif mengenai hakikat pendidikan.
  2. Menjadi asumsi bagi praktek pendidikan.
  3. Memberikan pedoman kemana pendidikan seharusnya diarahkan dalam tujuan pendidikan.
  4. Membangun sikap kritis dan kemandirian intelektual ditengah-tengah teori pendidikan dan praktek pendidikan yang ada atau sedang berlangsung.

LKM 3

 

 

BAB III

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN IDEALISME

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Hakikat Realitas –        Bersifat spiritual atau ideal, fundamental, non material

–        Pikiran, spirit, roh

–    Spirit, ide

2. Hakikat Manusia –        Bersifat spiritual/kejiwaan.

–        Memiliki kemampuan berpikir, kemampuan memilih, dsb

–        Manusia adalah makhluk yang bebas

–        Manusia memiliki kemampuan rasional untuk menentukan pilihan.

Menurut plato manusia memiliki 3 bagian jiwa yaitu:

  • Nous (akal pikiran) yang merupakan bagian rasional
  • Thumos (semangat atau keberanian)
  • Ephitumia ( keinginan, kebutuhan atau nafsu)

 

3. Hakikat Pengetahuan – Proses berpikir

– Intuisi

– Mengingat kembal

4. Hakikat Nilai
  • Bersifat abadi
  • Sesuatu yang berharga
  • Sesuatu yang diinginkan orang
  • Nilai dapat menjadi aturan-aturan yang dapat memerintah manusia
  •  nilai moral imperatif dan abadi

 

5. Tujuan Pendidikan – Mengembangkan pikiran, kepribadian, bakat yang dimiliki para siswa.

– Menumbuhkan karakter pada diri seorang siswa.

6. Kurikulum Pendidikan
  • Pendidikan liberal : untuk mengembangkan kemampuan   rasional dan moral
  • Pendidikan vokasional : untuk mengembangkan kemampuan suatu kehiduan/pekerjaan
  • Kurikulum merupakan nilai-nilai kebudayaan yang esensial dalam segala jaman.

 

7. Metode Pendidikan – Mengajarkan bagaimana berpikir

– Metode mengajar yang bisa mendorong untuk berpikir reflektif, logis

– Meningkatkan minat terhadap isi mata pelajaran

– Dapat menerima nilai-nilai peradaban manusia.

8. Peranan Pendidik
  • Melatih berpikir kreatif untuk menghasilkan siswa yang unggul.
  • Pendidik harus unggul (exelent)
  • memiliki pengetahuan yang luas
  • proses transfer ilmu

 

LKM 4

 

 

BAB IV

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN REALISME

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Hakikat Realitas – Pikiran, jiwa, spirit, roh

– Sesuatu yang nyata, substantial dan material yang hadir dengan sendirinya (entity).

2. Hakikat Manusia – Bagian dari alam apa yang dkerjakannya

– Pikiran (jiwa)

– sebuah organisme

– mampu berpikir dan manusia dapat berpikir dengan bebas.

3. Hakikat Pengetahuan – Ide-ide.

– Pengalaman yang di alami diri manusia.

– Berpikir untuk mencari objek dan menemukan sebuah kebenaran.

– Tidak dapat mengubah substansi atau esensi realitas.

4. Hakikat Nilai – Nilai adalah suatu pemberian dari masyarakat kepada individu

– baik buruknya dalam bersikap.

– sesuatu yang berharga bagi masyarakat dan individu

– sesuatu yang dicari.

5. Tujuan Pendidikan – Mengembangkan potensi para peserta didik

– Dapat bertahan hidup dalam era globalisasi

– Memperoleh keamanan dan memiliki skill yang baik

– Memberikan pengetahuan yang essensial

– Memberikan keterampilan-keterampilan

6. Kurikulum Pendidikan – Sains/ ilmu pengetahuan alam dan matematika

– Ilmu-ilmu kemanusiaan dan sosial

– Nilai-nilai

– Berpusat pada materi pelajaran ( subject matter centered ).

7. Metode Pendidikan – Belajar dapat melalui pengalaman langsung maupun tidak langsung

– Bersifat otoriter.

– Evaluasi

8. Peranan Pendidik – Guru sebagai penentu materi pelajaran, membuat mata pelajaran

– Sebagai sesuatu yang kongkrit untuk dialami siswa.

– Harus mengusai pengetahuan, teknik-teknik mengajar

– Mengembangkan kompetensi dan mencapai tujuan pendidikan.

LKM 5

 

 

BAB V

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN PRAGMATISME

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Hakikat Realitas Pengalaman, plural, berubah-ubah, eksperimental, instrumentalisme.
2. Hakikat Manusia Bagian dari perubahan, suatu kreasi, evaluasi biologis, psikologis, sosial manusia ideal : mampu memecahkan masalah.
3. Hakikat Pengetahuan Metode ilmiah, fenomena, kebenaran, workability, satisfaction and result, pengaplikasian, relatif.
4. Hakikat Nilai Tidak bersifat ekslusif, benarnya bersifat relatif masyarakat, ultimate value.
5. Tujuan Pendidikan Berpikir untuk menyesuaikan diri, pengalaman, kesehatan, keterampilan, minat dan hobi, demokrasi.
6. Kurikulum Pendidikan Tradisi memperbaiki diri, pengalaman, demokrasi, perubahan, teruji/pengalaman yang telah teruji.
7. Metode Pendidikan Metode pemecahan masalah, metode penyelidikan dan penemuan, ikhlas, bersahabat, kreatif, sabar, pembimbing, bermasyarakat.
8. Peranan Pendidik Menyediakan pengalaman, membimbing pemecahan masalah, membimbing memecahkan tujuan, bekerja sama dalam evaluasi kelas progresivisme.

LKM 6

 

 

BAB VI

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN SCHOLASTISISME

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Hakikat Realitas Alam: ciptaan Tuhan, hylemorphe, berbentuk, individuasi, perbedaan, esensi, dan eksistensi.
2. Hakikat Manusia Ciptaan Tuhan, kesatuan badan dan jiwa, makhluk alamiah, makhluk berpikir, makhluk bermasyarakat, makhluk spiritual, tujan hidup berupa kebahagiaan, jalan tuhan.
3. Hakikat Pengetahuan Keimanan, resiko, intuisi.
4. Hakikat Nilai Universal, kebaikan, tanggung jawab, kebenaran yang pasti, absolut.
5. Tujuan Pendidikan Mengembangkan potensi, potensi intelektual, fisikal, volisional (kemauan), juga vocasional, kesempatan.
6. Kurikulum Pendidikan Meliputi agama dan humanities, disiplin matematika, logika, bahasa, dan retorika, pendidikan liberal, pelajaran fundamental.
7. Metode Pendidikan Latihan formal, disiplin pikiran, kateksimus, metode tanya jawab.
8. Peranan Pendidik Perennialisme, menekankan pengetahuan dan nilai-nilai bersifat unversal.

LKM 7

 

 

BAB VII

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN EKSISTENSIALISME

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Hakikat Realitas Yang berada (seiende), terletak begitu saja (voorhanden), tidak memiliki kesadaran/penyadaran diri, berada dalam diri (l’etre-en-soi), manusia bertanggung jawab atas dirinya.
2. Hakikat Manusia Absurd (tak masuk akal), hubungan dengan tuhan-tuhan (personal authenticy), berada dalam diri untuk diri.
3. Hakikat Pengetahuan Pengalaman manusia, kebenaran yang relative.
4. Hakikat Nilai Tidak absolut, personal, persoalan individual, standar moral.
5. Tujuan Pendidikan Membantu manusia secara individual, membimbing dan mengembangkan (to promote), self knowledge, self responsibility, and experience of life.
6. Kurikulum Pendidikan Pengembangan pengetahuan diri (self knowledge), tanggung jawab (self responsibility).
7. Metode Pendidikan Dengan teknik-teknik pembelajaran nondirective.
8. Peranan Pendidik Pembimbing, demokratis, melindungi dan menjaga kebebasan akademik.

LKM 8

 

 

LKM VII

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Aliran filsafat pendukung Pragmatisme, progresivisme, gerakan pendidikan.
2. Konsep ontologi Evolusionistis dan pluralistis, anti metafisika, tidak substansial, realitas khusus.
3. Konsep epistemologi Sumber pengalaman, immediate experience dan mediate experience
4. Konsep aksiologi Kondisi riil/pengalaman, nilai secara empiris, capaian tujuan, relatif, kondisional, etika.
5. Tujuan Pendidikan Memecahkan masalah, meningkatkan kecerdasan, demokratis, interaksi lingkungan, sosial dan budaya.
6. Kurikulum Pendidikan Child centered, community centered, experience centered, flexible, interdisipliner.
7. Metode Pendidikan Progresivisme, metode pemecahan masalah (problem solving method), penyelidikan dan penemuan (inquiry and discovery method).
8. Peranan Pendidik A guide, pengembang potensi, pembimbing, mengolah peserta didik.

LKM 9

 

 

LKM IX

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN ESENSIALISME

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Aliran filsafat pendukung Aliran filsafat yang mendukung aliran ini adalah Esensialisme ini adalah Realisme dan Idealisme. Menurut aliran Realisme bahwa semua konsep material berasal dari ilmu pengetahuan manusia sedangkan menurut Idealisme berpendapat bahwa bagian terpenting dari tubuh manusia adlaah roh (soul), pikiran bukanlah materi.
2. Konsep ontologi Semua konsep yang ada di dunia ini baik itu bentuknya, caranya maupun keingunan yang muncul semua itu harus disesuaikan dengan tata cara yang berlaku.
3. Konsep epistemologi Kesadaran manusia adalah kesadaran yang absolute. Kesadaran itu akan membawa manusia membuat suatu rencana yang nyata. Pengetahuan diperoleh manusia melalui pengalaman hidup. Pengetahuan itu akan diakui secara umum jika semua orang telah menyetujui dan mengakuinya.
4. Konsep aksiologi Semua konsep yang ada di dunia ini baik dalam kehidupan nyata maupun kehidupan khayalan adalan berasal dari Tuhan. Konsep itu bersifat mutlak dan absolut dan kemungkinan untuk merubahnya tipis.
5. Tujuan Pendidikan Adalah untuk mentransmisikan ataupun berusaha merubah kebudayaan untuk menjamin solidaritas dan kesejahteraan umum.
6. Kurikulum Pendidikan Masyarakat memiliki peranan untuk menentukan bagaimana kurikulum yang semestinya harus dilakukan dalam dunia pendidikan ataupun sekolah.
7. Metode Pendidikan Metode pendidikan yang bersifat tradisional harus tetap dipertahankan sebab berhubungan dengan disiplin moral.
8. Peranan Pendidik Guru berperan sebagai mediator antara dunia masyarakat dan dunia anak sebagai peserta didik.

LKM 10

 

 

BAB X

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN PERENIALISME

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Aliran filsafat pendukung Aliran filsafat yang mendukung filsafat yang bersifat klasik yang menggunakan asas religius Kristen yang berkembang pada masa Yunani Kuno.
2. Konsep ontologi Manusia membutuhkan jaminan bahwa relaitas ada dimana-mana. Realitas mempunyai watak dan tujuan. Substansi realitas adalah bentuk dan materi.
3. Konsep epistemologi Filsafat dipandang lebih tinggi daripada ilmu karena ilmu mempunyai ketergantungan terhadap filsafat. Hali ini dapat kita lihat karena manusia cenderung menggunakan cara berpikir filsafat dalam memperoleh ilmu.
4. Konsep aksiologi Pandangan tentang hakikat nilai menurut  perenialisme adalah pandangan mengenai hal-hal yang bersifat spiritual. Yang absolute adalah Tuhan adalah sumber nilai dan oleh karena itu nilai selalu bersifat teologis.
5. Tujuan Pendidikan Membantu peserta didik menyingkapkan dan menginternalisasikan nilai-nilai kebenaran yang abadi agar mencapai kebijakan dan kebaikan hidup.
6. Kurikulum Pendidikan Materi pembelajaran harus terarah kepada pembentukan rasionalitas manusia dan kemampuan berpikir.
7. Metode Pendidikan Metode yang dipergunakan adalah metode membaca dan diskusi.
8. Peranan Pendidik Guru berperan mengembangkan potensi-potensi self directory dan harus melakukan moral authority.

LKM 11

 

 

BAB XI

 

 

FILSAFAT PENDIDIKAN KONSTRUKTIVISME

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Hakikat Realitas – Tidak akan mengerti realitas yang sesungguhnya.

– Tidak bertujuan mengerti realitas secara ontologis, tetapi lebih hendak melihat bagaimana kita menjadi tahu akan sesuatu.

2. Hakikat Manusia Dituntut aktif membangun sendiri pengetahuannya .
3. Hakikat Pengetahuan – Bersumber dari luar tapi dikonstruksikan dari dalam individu ciptaan manusia juga.

– Viabilital.

– Sifatnya subjektif, tidak mudah ditransfer, berkembang dan relatif.

– Pengetahuan bukan barang mati yang sekaligus jadi.

4. Hakikat Nilai  
5. Tujuan Pendidikan Perkembangan konsep dan pengertian (pengetahuan) yang mendalam sebagai hasil konstruksi aktif si pelajar.
6. Kurikulum Pendidikan – Kurikulum bukan sebagai tubuh pengetahuan atau kumpulan keterampilan, melainkan lebih sebagai program aktivitas dimana pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksikan.

– Kurikulum bukan kumpulan bahan ajar yang sudah ditentukan sebelumnya untuk mengajar, melainkan lebih sebagai suatu persoalan yang perlu dipecahkan oleh para siswa untuk lebih mengerti.

7. Metode Pendidikan – Setiap pelajar mempunyai caranya sendiri untuk mengerti terhadap pembelajaran.

– Mengingat pengetahuan yang dibentuk baik secara individual maupun kelompok.

8. Peranan Pendidik Sebagai mediator dan fasilitator yang membantu agar proses belajar mengajar peserta didik berjalan dengan baik.

FILSAFAT PENDIDIKAN NASIONAL (PANCASILA)

 

 

LKM 12

 

 

BAB XII

 

 

NO KONSEP KATA-KATA KUNCI MAKNA KONSEP
1. Hakikat Realitas Percaya bahwa semua ciptaan Tuhan.
2. Hakikat Manusia – Makhluk Tuhan

– Memiliki kesadaran

– Mempunyai banyak kebutuhan

– Adanya naluri dan nafsu

– Berfikir, berperasaan

3. Hakikat Pengetahuan – Segala pengetahuan hakikatnya bersumber dari Tuhan.

– Kebenaran pengetahuan ada yang bersifat mutlak, tetapi ada pula yang bersifat relatif.

4. Hakikat Nilai Sumber pertama segala nilai hakikatnya adalah Tuhan YME.
5. Tujuan Pendidikan – Berkembangnya potensi manusia menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kretaif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
6. Kurikulum Pendidikan – Moderat dan fleksibel.

– Peningkatan iman dan takwa.

– Peningkatan potensi.

– Tuntutan pembangunan daerah dan rasional.

7. Metode Pendidikan Prinsip CBSA (cara belajar siswa aktif).
8. Peranan Pendidik – Fungsi konservasi

– Fungsi kreasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

nowathome

Love life! Sharing and caring!

Tales of life

Life is what you make it

SUGIH forever

Prince Dreamer constructs all his dreams!

%d bloggers like this: