MBS DALAM PRAKTEK Profesionalisasi Pengelolaan Sekolah Formal

MBS DALAM PRAKTEK

Profesionalisasi Pengelolaan

Sekolah Formal

MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) yang menawarkan keleluasaan pengelolaan sekolah memiliki potensi yang besar dalam menciptakan kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi yang profesional. Oleh karena itu, dalam melaksanakan MBS perlu seperangkat kewajiban dan tuntutan pertanggungjawaban (akuntabilitas) yang tinggi kepada masyarakat. MBS yang menawarkan keleluasaan pengelolaan sekolah memiliki potensi yang besar dalam menciptakan kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi yang profesional. Oleh karena itu, dalam melaksanakan MBS perlu seperangkat kewajiban dan tuntutan pertanggungjawaban (akuntabilitas) yang tinggi kepada masyarakat. Dengan demikian, kepala sekolah harus mampu menampilkan pengelolaan sumber daya secara transparan, demokratis, dan bertanggungjawab baik kepada masyarakat dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kapasitas pelayanan kepada siswa. Perubahan-perubahan tingkah laku kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi dalam mengelola sekolah merupakan syarat utama dari keberhasilan pelaksanaan MBS. Dalam pelaksanaan MBS ini dituntut kemampuan profesional dan manajerial dari semua komponen warga sekolah di bidang pendidikan agar semua keputusan yang dibuat sekolah didasarkan atas pertimbangan mutu pendidikan. Khususnya kepala sekolah harus dapat memposisikan sebagai agen perubahan di sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah harus:

  1. memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan guru dan masyarakat sekitar sekolah
  2. memiliki pemahaman dan wawasan yang luas tentang teori pendidikan dan pembelajaran
  3. memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menganalisa situasi sekarang untuk memperkirakan kejadian di masa depan sebagai input penyusunan program sekolah
  4. memiliki kemampuan dan kemauan dalam mengidentifikasi masalah dan kebutuhan yang berkaitan denga efektifitas pendidikan di sekolah
  5. mampu mamanfaatkan berbagai peluang, menjadikan tantangan menjadi peluang, serta mengkonsepkan arah perubahan sekolah.

Implementasi MBS secara benar akan memberikan dampak positif terhadap perubahan tingkah laku warga sekolah yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Berdasarkan 9 kewenangan yang diserahkan kepada sekolah, maka hal yang harus dilakukan oleh kepala sekolah dan warganya adalah seperti diuraikan berikut ini.

  1. Perencanaan dan Evaluasi
    1. Salah satu tugas pokok yang harus dilakukan oleh kepala sekolah sebelum merencanakan program peningkatan mutu sekolah adalah mendata sumber daya yang dimiliki sekolah (sarana dan prasarana, siswa, guru, staf administrasi, dan lingkungan sekitar, dll)
    2. Menganalisis tingkat kesiapan semua sumber daya sekolah tersebut
    3. Berdasarkan data dan analisis kesiapan sumber daya, kepala sekolah dengan warga sekolah secara bersama-sama menyusun program peningkatan mutu sekolah untuk jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek
    4. Menyusun skala prioritas program peningkatan mutu untuk program jangka pendek yang akan dilaksanakan satu tahun ke depan
    5. Menyusun RAPBS untuk program satu tahun ke depan
    6. Menyusun sistem evaluasi pelaksanaan program sekolah bersama dengan warga sekolah
    7. Melakukan evaluasi diri terhadap pelaksanaan program sekolah secara jujur dan tranparan kemudian ditindaklanjuti dengan perbaikan terus-menerus
    8. Melakukan refleksi diri terhadap semua program yang telah dilaksanakan
    9. Melatih guru dan tokoh masyarakat dalam implementasi MBS
    10. Menyelenggarakan lokakarya untuk evaluasi

  1. Pengelolaan Kurikulum
    1. Standar kurikulum 2004 yang akan diberlakukan telah ditentukan oleh pusat, sekolah sebelum menjabarkan kurikulum tersebut harus terlebih dahulu Pemahaman kurikulum (silabus, materi pokok)
    2. Mengembangkan silabus berdasarkan kurikulum
    3. Mencari bahan ajar yang sesuai dengan materi pokok
    4. Menyusun kelompok guru sebagai penerima program pemberdayaan
    5. Mengembangkan kurikulum (memperdalam, memperkaya, dan memodifikasi), namun tidak boleh mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional.
    6. Selain itu, sekolah diberi kebebasan untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal.

  1. Pengelolaan Proses Belajar Mengajar Proses belajar mengajar merupakan aktifitas yang sangat penting dalam proses pendidikan di sekolah. Disinilah guru dan siswa berinteraksi dalam rangka transfer ilmu dan pengetahuan kepada siswa. Keberhasilan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di kelas. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat:
    1. Menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa
    2. Mengembangkan model pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning)
    3. Jumlah siswa per kelas tidak lebih dari 40 siswa
    4. Memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar
    5. Memanfaatkan lingkungan dan sumber daya lain di luar sekolah sebagai sumber belajar
    6. Pemanfaatan laboratorium untuk pemahaman materi
    7. Mengembangkan evaluasi belajar untuk 3 ranah (cognitif, afektif, psikomotorik)
    8. Mengembangkan bentuk evaluasi sesuai dengan materi pokok
    9. Mengintegrasikan life skill dalam proses pembelajaran
    10. Menumbuhkan kegemaran membaca
  2. Pengelolaan Ketenagaan
    1. Menganalisis kebutuhan tenaga pendidikan dan non kependidikan
    2. Pembagian tugas guru dan staf yang jelas sesuai dengan kemampuan dan keahliannya
    3. Melakukan pengembangan staf melalui MGMP, seminar, dll
    4. Pemberian penghargaan (reward) kepada yang berprestasi dan sangsi (punishment) kepada yang melanggar
    5. Semua tenaga yang dibutuhkan tersedia di sekolah sesuai dengan analisis kebutuhan
  3. Pengelolaan Fasilitas (Peralatan dan Perlengkapan)
    1. Mengetahui keadaan dan kondisi sarana dan fasilitas
    2. Mengadakan alat dan sarana belajar
    3. Menggunakan sarana dan fasilitas sekolah
    4. Memelihara dan merawat kebersihan
  4. Pengelolaan Keuangan
    1. Semua dana yang dibutuhkan dan akan digunakan dimasukkan dalam RAPBS
    2. Mengelola keuangan dengan transparan dan akuntabel
    3. Pembukuan keuangan rapih
    4. Ada laporan pertanggungjawaban keuangan setiap bulan
  5. Pelayanan Siswa
    1. mengidentifikasi dan membangun kelompok siswa di sekolah
    2. Melakukan proses penerimaan siswa baru dengan transparan
    3. Pengembangan potensi siswa (emosional, spiritual, bakat)
    4. Melakukan kegiatan ekstra kurikuler
    5. Mengembangkan bakat siswa (Olahraga dan seni)
    6. Mengembangkan kreatifitas
    7. Membuat majalah dinding
    8. Mengikuti lomba-lomba bidang keilmuan dan non keilmuan
    9. Mengusahakan beasiswa melalui subsidi silang
    10. Fasilitas kegiatan siswa tersedia dalam kondisi baik
  6. Hubungan Sekolah-Masyarakat
    1. Membentuk Komite Sekolah
    2. Menjaga hubungan baik dengan Komite Sekolah
    3. Melibatkan masyarakat dalam menyusun program sekolah, melaksanakan, dan mengevaluasi
    4. mengembangkan hubungan yang harminis antara sekolah dengan masyarakat
  7. Pengelolaan Iklim Sekolah
    1. Menegakkan disiplin (siswa, guru, staf)
    2. Menciptakan kerukunan beragama
    3. Menciptakan kekeluargaan di sekolah
    4. Budaya bebas narkoba

Menurut saya

Profesionalisasi pengelolaan sekolah formal terletak pada MBS (Manajemen berbasis sekolah) yang diterapkan pada sekolah atau lembaga pendidikan formal tersebut. Di dalam MBS yang diterapkan apabila mengandung unsur-unsur yang baik maka akan terlahir sebuah keprofesionalisasian terhadap pengelolaan sekolah atau lembaga pendidikan formal tersebut.

Didalam ke profesionalisasian pengelolaan sekolah formal juga harus berdampingan sejalan dengan lingkungan di sekitar lsekolah atau lembaga pendidikan tersebut. Nah ke suksesan pengelolaan juga dipengaruhi oleh parsitipasi masyarakat di sekitar lingkungan lembaga pendidikan formal tersebut.

Keprofesionalisasian kepala sekolah juga diperlukan dalam memanejerisasi segala sudut aspek dan ruang lingkup pada pengelolaan sekolah. Karena kepala sekolah sebagai penuang kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan yang ada disekolah tersebut. Kepala sekolah tersebut harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik untuk memimpin sekolahnya juga sebagai teladan yang baik kepada bawahannya. Ini merupakan salah satu kunci keberhasilan keprofesionalisasian pengelolaan lembaga pendidikan formal tersebut.

Keprofesionalisasian guru juga menentukan keprofesionalisasian pengelolaan suatu lembaga pendidikan. Ini dikarenakan apabila guru tersebut mempunyai wawasan dan pengetahuan dalam metode pembelajaran maka akan berpengaruh baik kepada para peserta-peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar di dalam system pembelajaran lembaga-lembaga pendidikan formal tersebut. Hal tersebut juga dapat menghasilkan output yang berkualitas. Sehingga ketika para pesertadidik itu lulus dan keluar dari lembaga pendidikan formal tersebut. Diharapkan dapat bersaing dengan para pserta didik dari dalam maupun dari luar negeri. Dan juga diharapkan dapat berpasitipasi dalam pembangunan negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

nowathome

Love life! Sharing and caring!

Tales of life

Life is what you make it

SUGIH forever

Prince Dreamer constructs all his dreams!

%d bloggers like this: